Dalam rangka meningkatkan kompetensi,
kesejahteraan dan rasa tanggung jawab
sebuah negara terhadap rakyatnya maka dibutuhkan pembangunan, baik pembangunan
Sumber Daya Manusia maupun pembangunan dalam aspek fisik atau infrastruktur
untuk mendukung tujuan sebuah negara. Salah satu tujuan pembangunan adalah untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan dasar (basic needs) seperti sandang, papan,
pangan, pendidikan, olahraga, rekreasi, dan kesehatan. Tentu dalam konteks
pembangunan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi
lebih dari yaitu kemandirian untuk tegak dan berdiri dikaki sendiri sebagai
sebuah bangsa yang berdaulat dalam proses pembangunan.
Indonesia yang merupakan negara
berkembang tentu memiliki tantangan tersendiri dalam membangun kemandirian
dengan berbagai macam persoalan yang menghimpit sampai dengan sekarang, seperti
sumber dana APBN yang masih terbatas sehingga membuat indonesia masih terkutat dalam
lingkaran hutang dunia. Sebut Saja hutang pada akhir Mei 2015
mencapai US$ 302,3 Miliar, dengan hutang tersebut Indonesia untuk menjadi
sebuah negara yang mandiri dalam proses pembangunan sangat sulit terwujud.
Idealnya indonesia harus segera memikirkan bagaimana keluar dari jeratan hutang
yang tak berhenti bahkan sejak indonesia dinyatakan sebagai sebuah negara yang
merdeka. Walau demikian tentu banyak pro dan kontra tentang hutang, bahkan
Presiden Jokowi tetap mendukung untuk berhutang dengan asumsi
pendistribusiannya pada lahan-lahan yang produktif seperti menghidupkan usaha
kecil menengah dan kembali mengalakkan koperasi ditengah-tengah masyarakat
indonesia. Tapi nyatanya dengan hutang indonesia akan sulit membangun secara
mandiri tanpa ada campur tangan dan kepentingan politik luar negeri. Sebut saja
China sekarang menjadi kiblat dalam bidang ekonomi dan bisnis, jika
diperhatikan begitu mudah produk-produk dari negeri bambu masuk bak ombak yang tak tertahankan. Sementara
produk lokal kalah bersaing yang mengakibatkan lemahnya pertumbuhan ekonomi
khususnya usaha kecil menengah. Belum lagi masuknya tenaga kerja asing
terkhusus china secara masif sementara di dalam negeri anak-anak bangsa masih
banyak yang menjadi penganguran. Bukan berarti anak bangsa tidak dapat
berkompetensi dengan pihak luar tetapi kesempatan selalu dikalahkan oleh
kekuatan-kekuatan politik baik dalam maupun luar negeri.
Persoalan seperti hutang luar negeri,
pengangguran, masuknya tenaga kerja asing secara masif, akan menjadi pekerjaan
rumah yang besar bagi indonesia dalam pembangunan itu sendiri. Jika
persoalan-persoalan seperti tersebut diatas belum terselesaikan dengan baik,
maka sulitnya rasanya bagi kita untuk berbicara mengenai kemandirian dan pemerataan
ekonomi. Ketimpangan ekonomi seakan menjadi persoalan klasik yang tak pernah
tuntas, lihat saja bagaimana pertumbuhan ekonomi di pulau jawa, bandingkan
dengan pertumbuhan ekonomi diluar pulau jawa. Sungguh sangat berbeda akses yang
didapatkan sehingga mengakibatkan terjadinya kesenjangan terhadap akses seperti
pendidikan, kesehatan, pertanian, ekonomi dan lain-lain.
Kemandirian pembangunan sangat
penting dilakukan dalam rangka memicu pertumbuhan ekonomi untuk mewujudkan
pemerataan ekonomi dengan program jangka panjang (evolusi). Seperti menumbuhkembangkan usaha mikro atau usaha kecil
menengah (UKM) dengan cara (1) memberikan insentif dan reward kepada usaha
pemula untuk memulai dan membangun usaha. (2) Peran pemerintah melalui
kebijakan yang berpihak kepada UKM untuk mendapatkan informasi, akses yang
efektif sehingga usaha yang dijalankan dapat berjalan dengan optimal. (3)
Menciptkan situasi yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dibidang usaha kecil
menengah (4) satu hal yang terpenting adalah peran dan partisipasi masyarakat
untuk ikut serta untuk menunjang pertumbuahan usaha kecil menengah, seperti
mencintai dan membeli produk dalam negeri dan tidak mudah terpengaruh terhadap
barang-barang import yang masuk. Jika pertumbuhan ekonomi dalam negeri dapat
digerakkan melalui usaha kecil menengah maka menciptakan iklim bisnis yang
menguntungkan bagi bangsa Indonesia.
Selain menumbuhkan kembangkan usaha
kecil menengah, yang sering dilupakan pemerintah adalah penguatan dibidang
sektor pertanian. Seperti kita ketahui negara Indonesia disebut juga sebagai
negara nusantara atau negara kepulauan yang terdiri dari 17.508 pulau dan
negara kepulauan terbesar di dunia. Dan potensi atau kekuatan yang kita miliki dengan
pulau sebanyak itu tentu faktor iklim basah maka pertanian adalah jawabannya,
bahkan nenek moyang kita dahulu telah memberi pelajaran buat bangsa ini kenapa
pentingnya pertanian. Bagaimana tidak ? tahukah kita kenapa bangsa-bangsa eropa
sebut saja Belanda, Inggris bahkan bangsa asia seperti Jepang datang dan
menjajah adalalah karena tergoda dengan sumber daya alam yang luar biasa
seperti pala, jahe, dan bahan rempah-rempah. Maka sudah saatnya pemerintah
harus serius memperhatikan pertanian di pedesaan melalui petani-petani, bukan
menyerahkan dengan kekuatan modal asing untuk masuk dan mengelola pertanian
kita dengan cara menjajah secara struktural. Pembangunan pertanian di Indonesia
harus segera ditangani dengan serius jika tidak maka negara ini akan mengalami
kegagalan ekonomi secara total. Mengingat tantangan saat ini begitu besar baik
tantangan dalam negeri lebih-lebih faktor kepentingan/ campur tangan pihak
asing. Untuk itu diperlukan langkah-langka nyata seperti (1). membangun dan
penyediaan bahan pertanian dalam rangka terwujudnya indusrialisasi pertanian di
tingkat desa. (2). Diperlukan program jangka panjang untuk optimalisasi hasil
pertanian untuk meningkatkan ketahanan pangan. (3). Menghidupkan kembali
koperasi sebagai basis ekonomi kerakyatan yang sesudah mengakar menjadi budaya
ditengah-tengah masyarakat.
Dengan terwujudnya kemandirian
dibidang ekonomi dan pertanian dalam proses pembangunan di Indonesia. Maka
cita-cita besar bangsa ini untuk mandiri dalam menentukan budget dan kebijakan
akan mempercepat dan mampu menstimulus pertumbuhan ekonomi yang revolusioner. Pemerataan
ekonomi tidak lagi menjadi sebuah isu apalagi opini tetapi ia menjadi fakta
bagi selurah rakyat indonesia, dari sambang sampai merauke akan merasakan dan
berdampak positif bagi pertumbuhan pembangunan lainnya.
No comments:
Post a Comment