Beberapa
hari ini kita sering di suguhkan dengan pemberitaan, iklan-iklan dan promosi
yang “bergentanyangan” dan terus menghantui masyarakat. Seiring dengan rencana Pemilihan
Kepala Daerah (PILKADA) secara serentak yang menghiasi dinamika demokrasi di
Indonedia. Tak heran bagi masyarakat, akan banyak muncul calon-calon pemimpin dengan wajah-wajah penuh
harap dan wajah-wajah penolong. Dengan janji-janji yang bergitu merakyat dan
isu-isu kemiskinan, pendidikan, pembangunan seakan tak ada habisnya. Sering
kita bertanya apakah harus menjadi pemimpin untuk membangun bangsa ini ? atau
justru dengan mempimpin akan menhancurkan dan menjerumuskan masyarakat pada
kemiskinan pendidikan, kemiskinan pembangunan dan kemiskinan itu sendiri.
Calon-calon
pemimpin yang hadir di sela-sela pemberitaan, iklan atau promosi. Selama ini
pada kemana ? kenapa baru muncul sekarang dan datang, apakah dengan alasan
kesibukan urusan kantor dan pemerintahan sehingga rakyat yang selama ini
mendukung terabaikan begitu saja. STOP janji-janji palsu yang membuat hati dan
perasaan rakyat dihianati yang justru dilakukan pemimpin itu sendiri. Untuk
membangun bangsa ini, propinsi ini, kota ini dan kabupten ini tidak harus
menjadi pemimpin formal. Buktikan bahwa Anda adalah pahlawan yang ditunggu oleh
masyarakat dengan tidak mengharapkan pamrih, Anda adalah sosok pejuang sejati
seperti yang dilakukan dan dicontohkan oleh tokoh-tokoh nasinal kita yang telah
berjuang dengan air mata, harta bahkan NYAWA yang menjadi taruhannya.
Apakah tidak cukup bagi kita sosok seorang
Pahlawan seperti Ibu Fatmawati yang notabene sebagai seorang isteri atau
mungkin kita sering katakan sebagai Ibu Rumah Tangga, tetapi beliau bukanlah
pemimpin formal seperti saat ini. Tetapi dengan tangan dingin beliaulah Bendera
Merah Putih hari ini tegak dan terus berkibar
dari sabang sampai merauke bahkan seantero jagad di Dunia ini. Dengan semangat
Merah Putih inilah kita bisa bersaing dan dikenal oleh bangsa-bangsa lain. Jasa
beliau harusnya menjadi contoh yang dapat dipetik oleh calon atau pemimpin kita
saat ini, kerja tanpa mengharapkan pujian apalagi pamrih. Semua yang dilakukan
demi membangun dan mensejahterakan bangsa ini .
No comments:
Post a Comment