Wednesday, 1 July 2015

“MEMBANGUN BANGSA TIDAK HARUS JADI PEMIMPIN”

Beberapa hari ini kita sering di suguhkan dengan pemberitaan, iklan-iklan dan promosi yang “bergentanyangan” dan terus menghantui masyarakat. Seiring dengan rencana Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) secara serentak yang menghiasi dinamika demokrasi di Indonedia. Tak heran bagi masyarakat, akan banyak muncul  calon-calon pemimpin dengan wajah-wajah penuh harap dan wajah-wajah penolong. Dengan janji-janji yang bergitu merakyat dan isu-isu kemiskinan, pendidikan, pembangunan seakan tak ada habisnya. Sering kita bertanya apakah harus menjadi pemimpin untuk membangun bangsa ini ? atau justru dengan mempimpin akan menhancurkan dan menjerumuskan masyarakat pada kemiskinan pendidikan, kemiskinan pembangunan dan kemiskinan itu sendiri. 
Calon-calon pemimpin yang hadir di sela-sela pemberitaan, iklan atau promosi. Selama ini pada kemana ? kenapa baru muncul sekarang dan datang, apakah dengan alasan kesibukan urusan kantor dan pemerintahan sehingga rakyat yang selama ini mendukung terabaikan begitu saja. STOP janji-janji palsu yang membuat hati dan perasaan rakyat dihianati yang justru dilakukan pemimpin itu sendiri. Untuk membangun bangsa ini, propinsi ini, kota ini dan kabupten ini tidak harus menjadi pemimpin formal. Buktikan bahwa Anda adalah pahlawan yang ditunggu oleh masyarakat dengan tidak mengharapkan pamrih, Anda adalah sosok pejuang sejati seperti yang dilakukan dan dicontohkan oleh tokoh-tokoh nasinal kita yang telah berjuang dengan air mata, harta bahkan NYAWA yang menjadi taruhannya.
 Apakah tidak cukup bagi kita sosok seorang Pahlawan seperti Ibu Fatmawati yang notabene sebagai seorang isteri atau mungkin kita sering katakan sebagai Ibu Rumah Tangga, tetapi beliau bukanlah pemimpin formal seperti saat ini. Tetapi dengan tangan dingin beliaulah Bendera Merah Putih hari ini  tegak dan terus berkibar dari sabang sampai merauke bahkan seantero jagad di Dunia ini. Dengan semangat Merah Putih inilah kita bisa bersaing dan dikenal oleh bangsa-bangsa lain. Jasa beliau harusnya menjadi contoh yang dapat dipetik oleh calon atau pemimpin kita saat ini, kerja tanpa mengharapkan pujian apalagi pamrih. Semua yang dilakukan demi membangun dan mensejahterakan bangsa ini .


No comments:

Post a Comment