Friday, 18 September 2015

REVOLUSI BIROKRASI


Sebuah negara yang maju tentu berbanding lurus dengan prilaku birokrasi yang baik sehingga mampu memberikan pelayanan cepat dan tepat bagi setiap masyarakat. Hal tersebut berbanding terbalik dengan negara-negara berkembang sebut saja Indonesia masalah birokrasi masih menjadi masalah yang sangat krusial dalam pelayanan (public service) terhadap masyarakat. Gejala sosial yang timbulkan seperti pengangguran, kemiskinan, kelaparan dan gizi buruk yang menimpa masyarakat merupakan masalah besar yang sampai hari ini belum tertangani secara baik oleh pemerintah khususnya birokrasi yang menjadi garda terdepan dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi. Sementara itu semakin banyak masyarakat kita yang memberikan stigma negatif atau merasa tidak puas terhadap kinerja aparatur pemerintah yang dinilai lamban, berbelit-belit, tidak transparan dan mungkin sebagian masyarakat menganggap tidak cerdas dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai abdi negara. 

Didalam tubuh birokrasi sendiri masih terdapat banyak permasalahan, sepertinya terlalu banyak aparatur yang “menggangur”, pembagian tugas yang tidak jelas, lemahnya sumber daya manusia  dan lemahnya kepekaan sosial terhadap masyarakat disekitar. Untuk itu diperlukannya pembangunan birokrasi  atau yang dikenal dengan istilah reformasi birokrasi  yang sudah canangkan sejak zaman orde baru. Reformasi birokrasi sudah didengungkan seperti  (1). Perbaikan proses khususnya dalam proses pelayanan terhadap masyarakat (publik service). (2). Perbaikan efisiensi dan peningkatan efektifitas kerja birokrasi dalam mencapai tujuan sebuah negara. (3) Birokrasi harus menjadi independen tidak terkontaminasi terhadap kepentingan-kepentingan yang bersifat politis. Dan masih banyak lagi reformasi yang diinginkan. Nyatanya reformasi birokrasi sampai hari ini belum mampu memberikan dampak yang signitifikan terhadap masyarakat secara luas. Dan terkesan hanya sebatas lips service belaka hanya menjadi pembicaraan hangat tingkat elit tapi minim implementasi. 

Untuk itu diperlukan langkah-langkah kongrit untuk mewujudkan birokrasi yang berkualitas, salah satu langkah yang sampai hari belum dilakukan adalah dengan revolusi birokasi

No comments:

Post a Comment